“Fun Day “Rise Up! Teens”-Pada Sabtu, 8 November 2025, kami—Eka Rahmawati (guru Bahasa Inggris SD) dan Irnika Widiyan Dini (guru Bahasa Inggris SMP)—berkesempatan mengikuti acara Fun Day “Rise Up! Teens” yang diadakan oleh Mentari Group di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta.https://www.instagram.com/p/DP3h_ZtCD4Z/
Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 15.00 WIB dan dihadiri oleh para guru Bahasa Inggris dari berbagai sekolah di Indonesia. Suasananya seru, hangat, dan penuh semangat belajar bareng.
“Fun Day “Rise Up! Teens”-Selain ikut sesi kegiatan, kami juga sempat berkenalan dengan banyak guru dari berbagai daerah—ada yang dari Jakarta, Bogor, hingga Bekasi. Rasanya menyenangkan bisa saling berbagi pengalaman dan bertukar ide dengan sesama guru yang punya semangat mengajar yang sama!
Sesi 1: Mengenal Keunggulan Buku Rise Up! Teens
“Fun Day “Rise Up! Teens”-Sesi pertama dibuka dengan pengenalan buku terbaru dari Mentari Group, yaitu “Rise Up! Teens”. Buku ini dirancang untuk membantu remaja belajar Bahasa Inggris secara komunikatif, bermakna, dan menyenangkan.
Buku ini punya enam keunggulan utama yang bikin beda dari buku lain:
- Functional Language – Membantu siswa menggunakan Bahasa Inggris untuk komunikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
- Teen Corner – Mengajak siswa memahami perasaan, mengembangkan empati, dan membangun tanggung jawab sosial.
- Builds Reading Literacy – Mengembangkan kemampuan membaca dengan pendekatan bertahap melalui teks, gambar, dan audio menarik.
- Aligned with the Cambridge English Qualification (A2–B1) – Mengikuti standar internasional dengan progres belajar yang jelas.
- Engaging Topics for Teens – Mengangkat tema yang relevan dan menarik bagi remaja, dengan pendekatan spiral agar pemahaman makin kuat.
- Systematic Presentation with Varied Practice – Menyajikan latihan beragam di empat keterampilan utama: membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.
Dari penjelasan pemateri, jelas banget kalau Rise Up! Teens bukan cuma buku teks biasa, tapi juga alat untuk menumbuhkan karakter, empati, dan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris.

Sesi 2: Belajar Metode Pembelajaran Kreatif
“Fun Day “Rise Up! Teens”-Masuk ke sesi kedua, suasana makin seru! Kami diajak mencoba berbagai metode pengajaran kreatif dan interaktif yang bisa langsung diterapkan di kelas.
Beberapa kegiatan yang kami coba antara lain:
- This or That sebagai ice breaking,
- Clap the Desk Based on Syllables,
- Stand Up for a Yes,
- Time Race Activity,
- Say It with Feeling,
- Read Aloud,
- Pass It On,
- Listening Section,
- Pronunciation Race, dan
- Answer Hunt.
Aktivitas-aktivitas ini bisa disesuaikan dengan materi dari Rise Up! Teens, sehingga pembelajaran Bahasa Inggris jadi lebih seru, komunikatif, dan bikin siswa aktif.
Kami berdua sepakat—cara belajar kayak gini bikin guru semangat ngajar dan siswa pasti makin semangat belajar juga!
Sesi 3: Ice Breaking, Door Prize, dan Zona Berbagi
“Fun Day “Rise Up! Teens” – Sesi terakhir nggak kalah asik. Dibuka dengan ice breaking yang lagi viral di TikTok—permainan gerak tangan berirama yang disesuaikan dengan gambar atau video tertentu (mirip hand movement challenge). Semua peserta ikutan bergerak dan tertawa bareng, suasananya benar-benar cair dan menyenangkan!
Setelah itu, ada pembagian door prize, zona berbagi pengalaman antar guru, dan sesi tanya jawab dengan tim Mentari Group. Momen ini bikin kami makin terinspirasi karena bisa belajar langsung dari praktisi dan juga sesama pengajar dari berbagai latar belakang sekolah.
Refleksi Pribadi
“Fun Day “Rise Up! Teens”-Buat kami, acara Fun Day “Rise Up! Teens” ini bukan sekadar pelatihan, tapi juga momen berharga untuk tumbuh bersama sebagai guru. Banyak banget hal baru yang kami pelajari—mulai dari metode kreatif, strategi pembelajaran, sampai pentingnya membangun hubungan baik dengan sesama pendidik.
Sebagai guru Bahasa Inggris di SIT Al Azhar Jaya Indonesia (AFUSCHO), kami jadi makin termotivasi untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan menyenangkan bagi siswa—sejalan dengan filosofi ASTA Group:
“Mencipta dengan hati, lembaran ilmu, membangun negeri.”
Pengalaman ini mengingatkan kami bahwa guru pun harus terus level up—belajar, bereksperimen, dan berinovasi agar proses belajar-mengajar selalu hidup dan bermakna.

Ditulis oleh:
Eka Rahmawati & Irnika Widiyan Dini
Guru Bahasa Inggris SIT Al Azhar Jaya Indonesia